penyebab kanker rahim dan penyebabnya

Wanita, Kenali Penyebab Kanker Rahim & Cara Pencegahannya!
Meski tak termasuk dalam 10 besar jenis kanker pembunuh perempuan, bukan berarti penyakit kanker rahim bisa disepelekan. Sangat penting bagi para perempuan untuk tetap mengetahui penyebab kanker rahim serta ciri-cirinya, agar bisa melakukan pencegahan serta deteksi dini.
Apa Itu Kanker Rahim?
Apa Saja Penyebab Kanker Rahim?
Di lain sisi, kadar hormon estrogen akan mengalami peningkatan jika tak diimbangi dgn produksi hormon progesteron. Karena kondisi inilah, maka resiko kanker rahim pada perempuan yg telah mengalami masa menopause akan cenderung lebih tinggi.

  1. Periode menstruasi
    Seorang perempuan yg mengalami menstruasi pertama pada usia dini atau sebelum usia 12 tahun & melewati masa menopause lebih cepat memiliki resiko kanker rahim yg lebih tinggi.
  2. Belum pernah hamil
  3. Pengaruh kelebihan berat badan atau obesitas
    Kadar esterogen yg terdapat dalam tubuh perempuan yg mengalami kelebihan berat badan atau obesitas cenderung lebih tinggi, sehingga dpt meningkatkan resiko kanker rahim 2 kali lipat. Hal ini disebabkan jaringan lemak akan menghasilkan estrogen tambahan, sedangkan tubuh perempuan tak menghasilkan hormon progesteron tambahan untuk mengimbanginya.
  4. Faktor usia
    Sebagian besar kasus kanker rahim menyerang perempuan yg sudah lanjut usia & sudah mengalami menopause.
  5. Wanita penderita diabetes tipe 2
    Penderita diabetes tipe 2 umumnya akan mengalami kondisi obesitas atau kelebihan berat badan. Hal inilah yg akhirnya memicu resiko terjadinya kanker rahim.
  6. Pengguna obat jenis tamoksifen
    Sindrom Lynch disebabkan oleh mutasi gen yg diturunkan dari orang tua ke anaknya. Jadi, jika anggota keluarga telah didiagnosis memiliki sindorm Lynch, bicarakan resiko kanker yg mungkin dialami di masa mendatang dgn dokter. Tanyakan kepada dokter mengenai tes skrining untuk kanker yg perlu dilakukan.
    Apa Saja Ciri-ciri & Gejala Kanker Rahim?
    Setelah mengetahui beberapa faktor yg dpt meningkatkan resiko kanker rahim, penting pula untuk mengetahui ciri-ciri & gejala yg timbul agar penyakit ini bisa terdeteksi lebih dini. Adapun ciri-ciri yg ditimbulkan saat seseorang menderita kanker rahim, antara lain:
    Perdarahan dari vagina setelah menopause & di luar siklus menstruasi.
    Perdarahan yg berlebihan saat menstruasi.
    Sekresi vagina yg berbentuk cairan atau bahkan darah dgn tekstur encer.
    Sakit pada panggul.
    Mual.
    Apa yg Bisa Dilakukan untuk Mencegah Kanker Rahim?
  7. Konsultasikan dgn dokter mengenai resiko terapi hormon setelah menopause
    Jika seorang perempuan mempertimbangkan penggunaan terapi penggantian hormon untuk membantu mengendalikan gejala menopause, sebaiknya bicarakan dgn dokter mengenai resiko & manfaatnya. Kebanyakan terapi hormon bisa menimbulkan efek samping pada tubuh, terutama kondisi hormon. Maka dari itu, tentukan secara bijak untuk penggunaannya bersama dgn dokter.
  8. Mengonsumsi pil KB
    Menggunakan kontrasepsi oral selama setidaknya 1 tahun dpt mengurangi resiko kanker rahim. Pengurangan resiko ini diperkirakan dpt berlangsung selama beberapa tahun, bahkan setelah perempuan berhenti mengonsumsinya. Meski begitu, kontrasepsi oral seperti pil KB juga memiliki beberapa efek samping, maka dari itu tetap konsultasikan terlebih dulu kepada dokter sebelum menggunakan pil KB.
  9. Pertahankan berat badan ideal
    Bagi seorang perempuan, rahim ialah organ penting yg memegang peranan dalam sistem reproduksi. Oleh karna itu, pastikan untuk selalu menerapkan pola hidup sehat & rutin memeriksakan diri ke dokter guna memantau kondisi tubuhmu ya, Gengs! (BAG/AS)
Read More Uncategorized

penyebab penyakit jengger ayam pada wanita, kenali tanda dan gejalanya

Penyakit jengger ayam pada perempuan ialah kondisi yg perlu diwaspadai. Penyakit jengger ayam atau kutil kelamin yaitu infeksi menular seksual yg sangat umum. Penyakit jengger ayam pada perempuan & laki-laki bisa muncul sbgai benjolan kecil atau pertumbuhan berdaging.
Istilah medis dari penyakit jengger ayam pada perempuan & laki-laki yaitu condylomata acuminata. Baik laki-laki maupun perempuan bisa mengalmi kondisi ini. Namun gejala penyakit jengger ayam pada perempuan bisa berbeda.

Penyakit jengger ayam bukan tak mungkin berkembang menjadi komplikasi parah. Maka dari itu penting menjaga kebersihan & kesehatan organ vital. Berikut ulasan mengenai penyakit jengger ayam pada perempuan yg berhasil rangkum dari berbagai sumber, Jumat(20/9/2019).

Penyebab penyakit jengger ayam
Penyakit jengger ayam ialah hasil dari infeksi human papillomavirus (HPV). Orang yg memiliki virus dpt menularkannya melalui hubungan seks vaginal, anal, atau oral. HPV yaitu infeksi menular seksual (IMS).
Beberapa jenis HPV menyebabkan jengger ayam & yg lain dpt menyebabkan kanker, tetapi jenis HPV yg menyebabkan kutil anal & genital umumnya tak mengarah pada kanker. HPV secara umum menyebar dari satu orang ke orang lain melalui kontak langsung dgn mulut, anus, penis, atau vagina orang dgn HPV.
Penularan penyakit ini tak hanya menyebar melalui hubungan seks, melainkan bisa melalui kontak kulit ke kulit. Penularan HPV dpt terjadi bahkan jika kutil belum atau tak terlihat. Penyakit jengger ayam paling umum menyebar melalui seks anal & vaginal.
Siapa pun yg aktif secara seksual beresiko terkena infeksi HPV. Faktor resiko lain termasuk merokok, sistem kekebalan yg lemah, melakukan hubungan seks tanpa kondom, atau berhubungan seks pada usia dini.

Penyebab penyakit jengger ayam
Siapa pun bisa mendapatkan kutil kelamin. Pada perempuan, penyakit jengger ayam dpt berkembang di dalam atau di sekitar vagina, vulva, serviks, dubur & daerah selangkangan serta paha atas. Karena virus dpt menyebar melalui seks oral, kutil juga dpt muncul di bibir, mulut, & tenggorokan.
Penyakit jengger ayam cenderung terlihat seperti benjolan kecil atau daging tumbuh. Jumlah kutil dpt bervariasi, & kelompok dpt berkembang dalam formasi yg menyerupai jengger ayam. Kutil kelamin biasanya berwarna sama dgn kulit atau sedikit lebih gelap. Kutil juga bisa berwarna kemerahan atau putih.
Benjolan mungkin halus atau kasar. Juga, mereka bisa terlalu kecil untuk diperhatikan. Terkadang, perempuan dpt menderita kutil kelamin tetapi tak menunjukkan gejala sama sekali. Kutil dpt muncul berbulan-bulan atau bertahun-tahun setelah kontak seksual.
Meski kerap tak menimbulkan gejala, rasa gatal, panas, perih & berdarah mungkin dpt timbul.

Cara penanganan jengger ayam
Cara penanganan jengger ayam
Saat ini tak ada perawatan untuk HPV. Sistem kekebalan seseorang bisa melawan virus ini seiring waktu. Jika kutil kelamin menyebabkan ketidaknyamanan, dokter dpt meresepkan perawatan untuk menghilangkan gejala atau menghilangkan kutil. Perawatan ini juga dpt membantu mengurangi resiko penularan infeksi kepada orang lain.
Perawatan dpt berupa perawatan topikal, bedahm terapi laser, hingga pembekuan atau pemanasan kutil. Menghilangkan kutil kelamin tak menghilangkan infeksi HPV. Mereka mungkin kembali setelah perawatan & seseorang masih dpt menularkan virus.
Beberapa bukti menunjukkan bahwa perubahan pola makan dpt mengurangi gejala kutil kelamin. Menurut tinjauan literatur 2015, sayuran silangan, seperti brokoli & kubis, mungkin berpotensi menghentikan perkembangan kutil kelamin. Sayuran ini mengandung molekul yg di metabolisme tubuh menjadi bahan kimia yg dpt menyerang HPV.

Komplikasi akibat penyakit jengger ayam
HPV dpt mengubah struktur sel yg terinfeksi & dpt menyebabkan komplikasi lebih lanjut. Infeksi HPV dikaitkan dgn kanker serviks, serta kanker vulva, anus, penis, mulut, & tenggorokan. Tidak semua infeksi HPV menyebabkan kanker serviks, tetapi sangat penting bagi kesehatan jangka panjang seorang perempuan untuk menghadiri pemeriksaan Pap smear secara teratur.
Selain itu ada resiko kecil bahwa seorang ibu dpt menularkan kutil kelamin saat melahirkan. Papillomatosis laring dpt terjadi. Bayi baru lahir dgn papilomatosis laring mungkin memiliki kutil kelamin di mulut. Perubahan hormon selama kehamilan juga dpt menyebabkan kutil kelamin tumbuh, berdarah, atau berlipat ganda.

Cara mencegah penyakit jengger ayam
Karena HPV yaitu infeksi menular seksual (IMS), orang dgn virus harus mengambil langkah-langkah untuk mengurangi resiko penularan virus, termasuk penggunaan kondom selama hubungan seksual.
Namun, kondom tak mencakup seluruh area genital & karenanya mungkin tak sepenuhnya melindungi terhadap penularan HPV. Metode KB lainnya tak melindungi dari kutil kelamin. Penting bagi orang untuk memberi tahu pasangan seksual mereka jika mereka memiliki kutil ini.
Mendapatkan vaksinasi HPV juga dpt membantu melindungi dari jenis virus yg dpt menyebabkan kutil kelamin atau kanker serviks.Vaksinasi HPV direkomendasikan untuk semua anak di usia 11 atau 12 tahun & semua perempuan berusia 13-26 tahun. Berhenti merokok juga bisa menurunkan resiko terkena penyakit jengger ayam.
Kutil kelamin
Kutil kelamin ialah penyakit kulit yg ditandai dgn munculnya semacam daging berwarna kemerahan atau kehitaman di daerah kemaluan.

Read More Uncategorized